in

Demo Angkot

Babanews.co

Demo Angkot atau yang biasa disebut Angkutan Umum Kota  di area Bandung Raya akan digelar  selama 4 hari pada 10-13 Oktober 2017. Mogok massal dilakukan sebagai bentuk protes terhadap keberadaan moda transportasi berbasis online.

Menyikpai hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Didi Ruswandi mengimbau masyarakat pengguna angkot agar tidak panik. Saat aksi mogok berlangsung, masyarakat bisa menggunakan moda transportasi lain seperti sepeda, menumpang kendaraan teman, ataupun berjalan kaki.

“Tahapan pertama sudah kami lakukan di media sosial yaitu penyiapan mental masyarakat supaya tidak panik menghadapi demo, juga mereka menyiapkan transportasi yang mandiri. Kalau itu bisa dilakukan oleh seluruh masyarakat, permasalahannya sudah selesai,” ujarnya kepada Prfmnews, Jumat 6 Oktober 2017.

Didi menyatakan, Dinas Perhubungan Kota Bandung telah menyiapkan antisipasi lain dengan menyiapkan armada tambahan terutama di titik pusat mobilitas.

“Di sini kami sampaikan bahwa bus reguler yang 225 armada, bus damri, TMB, bus sekolah, dan bus buruh itu akan beroperasi. Kami punya bus cadangan. Ada 14 bus besar dan itu akan dioperasikan, titiknya ditentukan. Nanti akan dipublikasikan kepada masyarakat. Kemudian ada 8 bus berukuran sedang yang juga akan diperasikan. Ada 28 mobil dinas yang akan diperasiapkan di tiap terminal,” katanya.

Didi memastikan, imbas dari aksi mogok angkot itu tidak akan terlalu berdampak kepada masyarakat. Hanya, dia menyayangkan jika aksi mogok angkot itu harus digelar. Sebab, persepsi masyarakat kepada angkot akan semakin buruk.

“Tidak memastikan tapi kami mengantisipasi bahwa di jalur-jalur utama sudah kami siapkan. (kendaraan altnatif). Tapi yang paling besar, harapan saya adalah masyarakat punya  rencana sendiri (untuk berangkat) ke tempat kerjanya,” katanya.

Tuntutan

Pada 9 Maret 2017 lalu, Aliansi Moda Transportasi Umum Jawa Barat juga menggelar demonstrasi besar –besaran dan aksi mogok dengan tuntutan serupa.

Kala itu, Herman, koordinator aksi menyatakan, demonstrasi hanya diikuti oleh 10 persen pengemudi angkutan umum di Kota Bandung atau sekira 10.000 orang.

“Di aksi ini memang kami batasi pesertanya. Ini belum semuanya, karena kami berharap hari ini ada respons dari pemerintah. Namun, kalau memang tidak ada respons untuk aspirasi kami kali ini, kami akan demo lanjutan dengan kerahkan lebih banyak massa,” katanya.

Tuntutan yang mereka layangkan adalah meminta pemerintah mencabut Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016. Peraturan tersebut dinilai diskriminatif terhadap angkutan umum plat kuning dan menimbulkan konflik horizontal antara sopir angkutan umum dengan angkutan umum berbasis online di lapangan.

source : pikiran rakyat

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%

Dolar Singapura Golkar

Google Doodle Hari Ini