5 Kasus Kekerasan Pada Anak

Babanews.co, – Kasus Baby J  yang ngalamin kekerasan oleh ibu kandungnya ramai di sosial media, dan akhirnya Mariana ibu kandung dari baby J sudah ditahan di polda Bali Senin (31/7). tapi sebelum kasus Baby J ini muncul kekerasan pada anak sudah terjadi beberapa tahun kebelakang.

sebelum kita masuk pada pembahasan, kenapa kekerasan pada anak itu bias terjadi? atas dasar apa bias munculnya kekerasan? apa karena trauma karena pernah mengalami hal serupa? atau emang kekerasan itu sebagian dari kepuasan sifat manusia yang psikopat.

Di luar negeri pun banyak kasus-kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak. bahkan kekerasannya pun gak biasa, lebih parah dari kasus yang ada di Indonesia. simak yuk guys.

Source : Secret

Mencegah Eksploitasi Dan Kekerasan Pada Anak

Babanews.co, – Beberapa tahun kebelakang udah banyak kasus tentang pelecehan dan kekerasan pada anak kecil dari pihak yang gak bertanggung jawab. Kurangnya kasih sayang sama anak atau kurang harmonisnya hubungan antara suami dan istri bisa nimbulin hal-hal yang gak diinginkan. Misalnya kekerasan sama anak kecil atau pelecehan sekalipun.

Anak-anak dianggap jadi rentan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual, hal ini didasari dari banyak nya jumlah tempat hiburan  yang ngebolehin anak di bawah umur jadi pekerja mereka dan masih adanya aturan adat yang gak ramah sama anak-anak.

Dari banyaknya kasus yang ada, bahkan sampe ada seorang ayah yang ngehamilin anaknya sendiri. Di era globalisasi yang serba canggih ini, banyak manusia-manusia yang lupa akal sehat mereka sendiriMenanggapi fenomena tersebut, kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ( KPPPA ) kerja sama dengan sejumlah pihak seperti Plan International, Terre de Homes Netherland, dan pihak lainnya yang ngebentuk program Down to Zero buat mencegah angka ekspolitasi seksual komersial anak ( ESKA ) bertambah.

Myrna Remata Evora Country Director Plan International bilang, lewat program itu sejumlah piha ingin ngebentuk mekanisme perlindungan anak yang bisa dipake di lingkungan masyarakat adat atau masyarakat perkotaan.

“melalui program Down to Zero ini secara spesifik kami mengembangkan mekanisme perlindungan anak. Kami juga yakin mekanisme ini nantinya dapat dimanfaatkan baik di kota besar maupun di pedesaan,” kata Mba Myrna di sela acara seminar pembelajaran upaya pencegahan eksploitasi seksual anak ( ESKA ) di gedung KPPPA, jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat , Selasa ( 1/8 ).

Lewat program itu, semoga bisa menekan dan menurunkan angka korban anak tindak kekerasan dan eksploitasi. Jadi Myrna ngajak semua elemen masyarakat dan pemerintah buat ngedukung jalannya program pada masyarakat kota dan desa.

Dr Pribudiarta Nur Sitepu dari kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bilang, pentingnya memulai perlindungan anak dari wilayah desa maupun perkotaan sejak dini. Kalo tindakan ini diprioritaskan nanti bakal semakin mengingatkan kewaspadaan masyarakat serta kemampuan buat mendeteksi tindakan kekerasan dan eksploitasi anak.

“Kami informasikan juga perlindungan anak berbasis desa ini sudah menjadi prioritas di pemerintahan nasional, karena hal itu dianggap efektif untuk bisa meningkatkan kewaspadaan masyarakat, kemampuan bagi anak untuk menghindar, serta kemampuan masyarakat untuk melakukan deteksi dini,” kata Pribudiarta.

Source : kumparan