Waspada Orderan Go-food Sahabat, Nanti Kaya Gini Loh

Babanews.co, – Julianto Sudrajat, jadi korban teror order Go-food gara-gara cewe yang bernama Sugiharti. Kata Julianto, gara-gara Sugiharti dia dipecat dari bank swasta di daerah Mataram, Jakarta Timur. Weleh-weleh sing sabar mas.

Foto KTP nya juga ternyata disebar sama Sugiharti di media sosial dengan tuduhan sebagai penipu. Nah ini gara-gara nya yang bikin Julianto dipecat perusahaan, kasian kan mas-mas ini.

“jadi Sugiharti nyebarin foto KTP saya, sampai ke twitter kantor saya, manajemen kantor langsung merumahkan saya. Jadi di PHK nya bukan karena pesanan Go-Food fiktif,” kata Julianto, Rabu (12/7).

Sampe sekarang, Julianto belum dapet kerja yang baru. Setelah dipecat dari perusahaanya dulu, dia cuman ngisi hari-harinya dengan silaturahmi kerumah saudaranya. “padahal saya baru kerja tujuh bulan di cabang kantor itu, belum punya penghasilan lain sekarang ini, masih cari-cari kerja,” kata Julianto.

Semoga polisi cepet ngungkap kasus ini, biar kesalahpahaman dari pihak lain gak terus-terusan. Kita doain juga kok mas Jul, sing tenang wae Jul.

“saya sih pengen cepet dapet kerja lagi. Orang juga engga mikir macem-macem lagi sama saya,” katanya.Selain dipecat dari kantornya, Julianto bernasib apes dengan banyaknya tagihan makanan online lewat aplikasi Go-Food yang dilakuin sama Sugiharti.

Jul rugi jutaan rupiah demi bayar tagihan makanan yang dipesen sama cewe yang jaatuh hati sama mas Jul itu.

Julianto udah lapor sama polisi, rencananya polisi mau ngajak COD Julianto sama Sugiharti. Uhuy ketemu nih. Jangan dendam ya mas Jul.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo juga udah minta pasukannya segera memecahkan misteri pesanan online ini yang dipesen lewat aplikasi ojek online, Go-Food.

Source : Kompas.com

Hati-hati Sama Pacar Online, Nanti Kena Batunya

Babanews.co, – Seorang petugas penanganan sarana dan prasarana umum ( PPSU ) DKI Jakarta Ahmad Maulana diduga jadi korban teror order fiktif makanan lewat ojek online.

Maulana suka dikirim makanan yang harganya sekitar Rp. 300.000 sampe Rp. 500.000. awal kejadiannya, ketika Ahmad atau sapaan akrabnya Dafi kenalan sama cewe berinisial A di media sosial Facebook. Teus kedua insan ini pacaran tanpa ketemu sama sekali. Wew pacaran online nih namanya.“pas seminggu seteah puasa pacaran, saya samperin di dekat rumahnya daerah Kayu Manis, Jalan Kemuning 3,” kata Dafi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (8/7) malam.

Tapi ekspektasi gak sesuai sama realita. Setelah ketemu ternyata wajah cewe online ini gak sesuai sama foto profile yang ada di Facebooknya, hati-hati bang foto suka menipu.”saya samperin kerumahnya pas udah dua minggu silaturahmi. Ketemu juga sama orang tuanya,” Katanya.

Terus Dafi mutusin hubungan setelah dua minggu pacaran. Alesannya karena cewe online ini wajah sama perawakannya beda sama di foto facebooknya. “ ya gak suka, kalau gak suka ngejalaninnya gak enak. Ibarat nasi tanpa garam. Enggak enak. Bilang yaudah cukup disina ajah hubungan kita. Terus terang gue gak suka ama elu, saya bilang gitu” ngeri kali nih bang Dafi.

Tapi cewe online ini gak terima sama keputusan Dafi dan dia bakal ngancem via online. Dafi pun gak ngerti maksud cewe ini apa. Sampe kemudian beberapa hari sesudahnya Dafi kedatangan pesanan order fiktif.“dari awal ngancem, dia bilang kalau putus, kamu dapat maslah, saya teror dari pihak online, saya gak tahu online itu maksudnya apa. Ternyata Go-Jek, Grab Bike sama Go-Car. Dipesenin itu juga semuanya. Terus makanan dibawa ke ruah saya, sampai orang tua saya marah-marah,” keluh pemuda pemberani ini ( Dafi ).

Dafi ngerasa gak mesen makanan ketika ada pesanan online yang datang kerumah, sampe dia mutusin gak ngebayar pesenan itu. Tapi saat ada kiriman yang ke tiga kalinya terpaksa dia ngebayar pesenan itu.“pertama dikirim martabak seharga Rp.300.000, tapi yang pertama gak saya bayar. Yang kedua nasi goreng seharga Rp. 350.000 empat box, saya gak bayar lagi yang ini juga. Yang ketiga saya bayar seharga Rp. 500.000 lima box nasi goreng”,

Sampe sekarang Dafi masih nerima teror order fiktif. Hati-hati buat kalian yang mau cari pacar jangan ketipu sama foto yah, nanti ujung-ujung nya kaya mas Dafi ini, repot toh, “Sing tenang wae Daf”.

Source : Tribunnews.com

Mencegah Eksploitasi Dan Kekerasan Pada Anak

Babanews.co, – Beberapa tahun kebelakang udah banyak kasus tentang pelecehan dan kekerasan pada anak kecil dari pihak yang gak bertanggung jawab. Kurangnya kasih sayang sama anak atau kurang harmonisnya hubungan antara suami dan istri bisa nimbulin hal-hal yang gak diinginkan. Misalnya kekerasan sama anak kecil atau pelecehan sekalipun.

Anak-anak dianggap jadi rentan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual, hal ini didasari dari banyak nya jumlah tempat hiburan  yang ngebolehin anak di bawah umur jadi pekerja mereka dan masih adanya aturan adat yang gak ramah sama anak-anak.

Dari banyaknya kasus yang ada, bahkan sampe ada seorang ayah yang ngehamilin anaknya sendiri. Di era globalisasi yang serba canggih ini, banyak manusia-manusia yang lupa akal sehat mereka sendiriMenanggapi fenomena tersebut, kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ( KPPPA ) kerja sama dengan sejumlah pihak seperti Plan International, Terre de Homes Netherland, dan pihak lainnya yang ngebentuk program Down to Zero buat mencegah angka ekspolitasi seksual komersial anak ( ESKA ) bertambah.

Myrna Remata Evora Country Director Plan International bilang, lewat program itu sejumlah piha ingin ngebentuk mekanisme perlindungan anak yang bisa dipake di lingkungan masyarakat adat atau masyarakat perkotaan.

“melalui program Down to Zero ini secara spesifik kami mengembangkan mekanisme perlindungan anak. Kami juga yakin mekanisme ini nantinya dapat dimanfaatkan baik di kota besar maupun di pedesaan,” kata Mba Myrna di sela acara seminar pembelajaran upaya pencegahan eksploitasi seksual anak ( ESKA ) di gedung KPPPA, jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat , Selasa ( 1/8 ).

Lewat program itu, semoga bisa menekan dan menurunkan angka korban anak tindak kekerasan dan eksploitasi. Jadi Myrna ngajak semua elemen masyarakat dan pemerintah buat ngedukung jalannya program pada masyarakat kota dan desa.

Dr Pribudiarta Nur Sitepu dari kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bilang, pentingnya memulai perlindungan anak dari wilayah desa maupun perkotaan sejak dini. Kalo tindakan ini diprioritaskan nanti bakal semakin mengingatkan kewaspadaan masyarakat serta kemampuan buat mendeteksi tindakan kekerasan dan eksploitasi anak.

“Kami informasikan juga perlindungan anak berbasis desa ini sudah menjadi prioritas di pemerintahan nasional, karena hal itu dianggap efektif untuk bisa meningkatkan kewaspadaan masyarakat, kemampuan bagi anak untuk menghindar, serta kemampuan masyarakat untuk melakukan deteksi dini,” kata Pribudiarta.

Source : kumparan