Bupati Batubara Diciduk KPK

Babanews.co

Bupati batubara diciduk KPK. Bupati itu bernama OK Arya Zulkarnaen, ia ditangkap KPK karena Korupsi.

Tim Satgas KPK menangkap Arya di rumah dinasnya, di Desa Tanah Itam Ulu, Kecamatan Lima Puluh. Dia ditangkap bersama sejumlah orang lainnya. Namun, belum diketahui identitas orang-orang tersebut.

Arya kemudian dibawa ke Mapolda Sumut bersama sejumlah orang lain yang kini belum diketahui identitasnya. Dia dititipkan di Mapolda Sumut, sebelum dibawa ke KPK di Jakarta.

“Mereka (KPK) pinjam tempat di ruang Ditreskrimsus. Belum ada kabar ke kita sampai kapan,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, Medan, Sumatera Utara, Rabu 13 September 2017.

KPK membenarkan adanya OTT di Batubara, Sumatera Utara. Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ada tujuh orang yang diamankan yang terdiri dari unsur penyelenggara negara, unsur pejabat daerah, seperti kepala dinas dan unsur swasta.

OK Arya merupakan Bupati Batubara dua periode. OK Arya lahir di Surakarya, Jawa Tengah, pada 24 Maret 1956. OK Arya memiliki istri bernama Khadikah dan lima anak. Saat ini OK Arya berstatus sebagai Ketua DPD Batubara dan juga Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI).

Source : Liputan6.com

Politikus Golkar Indra J Piliang Ditangkap Aparat

Babanews.co

Politikus Golkar Indra J Piliang ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkotika Polda Metro Jaya di sebuah tempat karaoke di Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu malam (14/9/2017).

Menurut polisi, urine Indra Piliang positif mengandung narkoba.

Sehari-hari Indra beraktivitas sebagai Dewan Penasehat The Indonesian Institute. Selain itu, Indra adalah Ketua Departemen Kajian Kebijakan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, sekaligus Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar.

Indra juga menjadi Komisaris Utama PT Gerilya Tuah Malaka yang bergerak di bidang konsultan komunikasi, penelitian dan politik.

Source : Tribunnews.com

Detik-detik Munir Dibunuh Dalam Pesawat

Babanews.co

Detik-detik Munir dibunuh dalam pesawat, yang kala itu akan berangkat menuju Amsterdam pada 7 September 2004.

Dilansir dari wikipedia Pada 20 Desember 2005 Pollycarpus Budihari Priyanto dijatuhi vonis 14 tahun hukuman penjara atas pembunuhan terhadap Munir.

Hakim menyatakan bahwa Pollycarpus, seorang pilot Garuda yang sedang cuti, menaruh arsenik di makanan Munir, karena dia ingin mendiamkan pengkritik pemerintah tersebut.

Hakim Cicut Sutiarso menyatakan bahwa sebelum pembunuhan Pollycarpus menerima beberapa panggilan telepon dari sebuah telepon yang terdaftar oleh agen intelijen senior, tetapi tidak menjelaskan lebih lanjut.

Selain itu Presiden Susilo juga membentuk tim investigasi independen, namun hasil penyelidikan tim tersebut tidak pernah diterbitkan ke publik.

Jenazahnya dimakamkan di taman makam umum kota Batu. Ia meninggalkan seorang istri bernama Suciwati dan dua orang anak, yaitu Sultan Alif Allende dan Diva. Sejak tahun 2005, tanggal kematian Munir, 7 September, oleh para aktivis HAM dicanangkan sebagai Hari Pembela HAM Indonesia.

Source : Youtube/Tempo Politik Channel

Munir Said Thalib, Kami Rindu

Babanews.co

Munir Said Thalib (lahir di Malang, Jawa Timur, 8 Desember 1965 – meninggal di Jakarta di dalam pesawat jurusan ke Amsterdam, 7 September 2004 pada umur 38 tahun) .

Munir merupakan seorang aktivis HAM Indonesia keturunan Arab-Indonesia. Jabatan terakhirnya adalah Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia Imparsial.

Pria kelahiran Malang, 8 Desember 1965 ini adalah seorang aktivis muslim ekstrem yang kemudian beralih menjadi seorang Munir yang menjunjung tinggi toleransi, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, anti kekerasan dan berjuang tanpa kenal lelah dalam melawan praktik-praktik otoritarian serta militeristik.

Dilansir dari wikipedia Pada tahun 2004, Munir juga bergabung dengan Tim advokasi SMPN 56 yang digusur oleh Pemda. Selain itu, ia juga seorang yang aktif menulis di berbagai media cetak dan elektronik yang berkaitan dengan tema-tema HAM, Hukum, Reformasi Militer dan kepolisian, Politik dan perburuhan.

Munir adalah sosok pemberanni dan tangguh dalam meneriakkan kebenaran. Ia adalah seorang pengabdi yang teladan, jujur, dan konsisten. Berkat pengabdiannya itulah, ia mendapatkan pengakuan yang berupa penghargaan dari dalam negeri dan luar negeri

Orang Baik Yang Terbunuh

Babanews.co

Orang baik yang terbunuh di negeri ini salah satunya adalah Munir. bagi keluarga, sahabat, dan orang dekat,Munir Said Thalib memang dikenal sebagai sosok yang idealis.

Idealisme ini tidak hanya diperlihatkan Munir saat memperjuangkan penegakan hak asasi manusia di Indonesia, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini juga diperlihatkan Munir saat memilih Garuda Indonesia sebagai wahana yang akan mengantarnya tiba di Belanda pada 7 September 2004, tepat 13 tahun silam.

“Karena akan memberikan devisa bagi negara,” demikian alasan Munir, seperti dikemukakan staf Imparsial bernama Irma, dalam film dokumenter Kiri Hijau Kanan Merah (2009) yang diproduksi WatchDoc.

mantan sekretaris Munir, Nunung, juga mengungkapkan bahwa Munir merasa lebih nyaman jika naik pesawat Garuda Indonesia, dan tidak sekedar alasan idealisme.

Namun, tidak ada yang menyangka bahwa idealisme Munir itu menjadi ironi di kemudian hari. Sebab, pria yang akrab disapa Cak Munir itu kemudian mengembuskan napas terakhirnya di atas penerbangan GA-974 dengan tujuan Jakarta-Amsterdam yang transit di Singapura.

Munir tutup usia sekitar pukul 08.10 waktu setempat, atau dua jam sebelum pesawat mendarat di Bandara Schipol, Amsterdam pada 7 September 2004 pagi.

Dia tewas setelah hasil autopsi memperlihatkan ada jejak-jejak senyawa arsenik di dalam tubuhnya. Munir dibunuh.

Source : Kompas.com

Suciwati: 13 Tahun Lalu, Suami Saya Dibunuh dengan Cara Keji

Babanews.co

13 Tahun lalu munir dibunuh pada 7 septemper bebrapa tahun lalu. “Dia dibunuh dengan cara curang dan pengecut. Para pembunuh itu memakai racun arsenik dan penjahatnya masih bebas,” kata Suciwati, istri aktivis HAM Munir Said Thalib, saat membacakan surat yang ia tulis untuk Presiden Joko Widodo.

Surat itu dibacakan Suciwati pada Aksi Kamisan ke-505, di seberang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2017) sore.

Tidak banyak yang dia minta kepada Presiden Jokowi Dia hanya ingin Presiden memiliki kemauan politik untuk menuntaskan kasus Munir.

Menurut Suciwati, Presiden Jokowi pernah berjanji akan menuntaskan kasus Munir saat mengundang 22 pakar hukum dan HAM pada 22 September 2016.

Namun, hingga saat ini, Suciwati menilai pemerintah terkesan saling lempar tanggung jawab meski Komisi Informasi Pusat mengabulkan permohonan informasi dan meminta pemerintah mengumumkan hasil investigasi TPF.

“Sampai hari ini kami para pencinta keadilan dan kebenaran tidak kenal lelah untuk terus menunggu kabar penegakan hukum dan HAM lewat janji Nawacita Sungguh…kami rindu Presiden yang berani dan menepati janji,” kata Suciwati.

Source : Kompas.com