Giring Berharap Bisa Duduk Di Komisi X DPR

Babanews.co

Giring berharap bisa duduk di komisi X DPR, PSI menyambut baik merapatnya Giring. Bergabungnya Giring yang diyakini akan menambah daya gedor PSI di Pemilu 2019. Ngeir daya gedor sob.

Dilansir dari detiknews Giring yakin bisa berbuat banyak jika mendapat kursi di Komisi X DPR.

Selain soal industri kreatif, Giring juga tertarik berkecimpung di bidang pendidikan. “Di komisi X tidak hanya membicarakan soal kreatif, tapi juga pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan. Kebetulan itu semua bidang yang saya suka,” katanya.

“Alhamdulillah setelah 28 Agustus kita mengumumkan pendaftaran mencari calon anggota legislatif yang antikorupsi, siap melawan korupsi dan melawan intoleransi, ada publik figur yang mau bergabung dengan kami,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni

Putin: Komunitas Internasional Jangan Menyerah Pada Emosi

Babanews.co

Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan kecaman juga terhadap uji coba bom nuklir yang dilakukan Korea Utara.

Kecaman itu senada dengan apa yang diucapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Putin, keberhasian uji coba bom nuklir yang dilakukan Korea Utara merupakan ancaman buat keamanan regional.

Putin juga berharap suapaya bangsa-bangsa yang terlibat dalam masalah  ini untuk tetap tenang menyikapinya.

Putin mengatakan kalau uji coba nuklir keenam Korut yang terjadi kemarin adalah uji coba paling besar dan sekaligus melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dan hukum internasional.

Dilansir dari AFP, berdasarkan keterangan dari Kremlin, hal itu diutarakan Putin saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Menurut Putin, krisis di Semenanjung Korea harus diselesaikan dengan cara politik dan diplomatik.

“Komunitas internasional seharusnya tidak menyerah pada emosi, (tapi) bertindak dengan tenang dan seimbang,” Kata Putin.

Korsel Balas Uji Coba Korut Dengan Menembakkan Rudal Hyunmoo

Babanews.co

Korea Selatan membalas uji coba Bom Hidrogen Korea Utara dengan menembakkan rudal balistik Hyunmoo, di hari yang sama.

Rudal yang dilepas Korea Selatan itu diarahkan oleh pasukan militernya ke laut bagian timur, dilansir dari kompas.com.

Penembakkan rudal Hyunmoo itu adalah bentuk respon dari Korea Selatan terhadap uji coba Bom Hidrogen yang dilakukan Korea Utara.

“Pelatihan tersebut dilakukan untuk menanggapi uji coba nuklir keenam Korea Utara, serta melibatkan rudal balistik Hyunmoo, dan jet tempur F-15K.” Menurut Kepala staf gabungan Korea Selatan.

Dalam simulasi rudal Hyunmoo milik Korea Selatan ini, diperkirakan jarak tempuhnya menyamai jarak lokasi uji coba nuklir Korut di Punggye-ri Utara.

Uji coba Bom Hidrogen Korea Utara itu jelas mendapat kecaman dari dunia internasional. 

Sekjen PBB, Antonio Guterres menyebutkan kalau tindakan itu menyebabkan ketidakstabilan keamanan kawasan itu. 

Guterres juga mendesak Pyongyang untuk menghentikan tindakan tersebut.

Hari ini, PBB akan mengadakan sidang darurat yang diminta oleh beberapa negara seperti, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Prancis dan Korea Selatan. Sidang itu akan membahas soal uji coba Bom Hidrogen Korea utara.

Respon PBB Soal Uji Coba Bom Hidrogen Korea Utara

Babanews.co

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam uji coba Bom Hidrogen yang dilakukan Korea Utara, Minggu (3/9) Kemarin.

Kecaman itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres. Guterres menyebut tindakan itu menyebabkan ketidakstabilan keamanan regional.

Ia juga kembali mendesak Pyongyang untuk menghentikan tindakan tersebut. 

“Tindakan ini adalah pelanggaran serius lainnya yang dilakukan Korea Utara  terhadap kewajiban internasional dan merongrong upaya non proliferasi (penyebaran senjata nuklir) dan perlucutan senjata internasional. Aksi ini juga sangat mendestabilisasi keamanan kawasan,” Tambah Jubir Sekjen PBB, Stephane Dujarric.

Sidang Darurat Akan Dilakukan Untuk Membahas Uji Coba Korut

Dilansir dari Antaranews.com, Dewan Keamanan PBB rencananya akan melakukan sidang darurat  untuk membahas uji coba Bom Hidrogen tersebut Pukul 10 Pagi waktu setempat, atau pukul 20:00 nanti waktu Indonesia.

Permintaan sidang darurat itu diajukan oleh Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Prancis dan Korea Selatan.

Uji coba Bom Hidrogen Korea Utara yang dilakukan hari Minggu (3/9) kemarin merupakan uji coba dengan daya ledak terbesar dari uji coba sebelumnya.

Daya ledak uji coba Bom Hidrogen kemarin dikatakan melebihi daya ledak bom Hiroshima pada Perang Dunia II silam.

Amerika Ancam Bakal Serang Besar-Besaran Korea Utara?

Babanews.co

Amerika mengeluarkan ancaman serang besar-besaran Korea Utara sebagai respon balik dari ancaman Korea Utara.

Ancaman itu disampaikan Menteri Pertahanan Amerika, Jim Mattis sehabis Rapat darurat yang diadakan oleh Presiden Amerika Donald Trump untuk membahas ujicoba Bom Hidrogen yang daya ledaknya melebihi Bom Hiroshima itu.

Dikutip dari Reuters Jim Mattis menyampaikan, “Setiap ancaman kepada Amerika Serikat atau teritorinya, termasuk Guam, atau sekutu-sekutu kita, akan dijawab dengan respons militer besar-besaran, respons yang efektif dan luar biasa besar.”

“Kita tidak meniatkan penghancuran total sebuah negara, yakni Korea Utara. Tetapi seperti sudah saya katakan, kita punya banyak opsi untuk dilakukan,” Sambung Mattis.

Donald Trump sebelumnya sudah mengutuk ujicoba Bom Hidrogen itu dan dan mengatakan stop semua perdangangan dengan semua negara yang berbisnis dengan Korea Utara.

“Hentikan semua perdagangan dengan semua negara yang berbisnis dengan Korea Utara.” Kata Donald Trump.

Ledakan ujicoba bom Hidrogen Korea Utara kemarin merupakan ledakan yang terbesar dari ujicoba-ujicoba sebelumnya.

NORSAR menilai kekuatan daya ledaknya mencapai 120 Kiloton TNT.

120 kiloton ini delapan kali lipat lebih banyak dari bom Hiroshima yang daya ledaknya hanya 15 Kiloton.

Seorang ahli dari MIT, Vipin Narang, mengatakan kalau bom yang memiliki daya ledak lebih dari 100 Kiloton dapat menghancurkan satu kota dalam sekejap.

Pejabat Korea Selatan memiliki pendapat berbeda soal daya ledak bom Hidrogen Korea Utara itu. Ia mengatakan daya ledak uji coba kemarin hanya sebesar 50 Kiloton.

Analisis Korea Utara dari Middlebury Institute of International Studies, AS, Jeffrey Lewis, ledakan itu dihasilkan oleh ledakan yang setara dengan 20 kiloton TNT.

Ledakan yang menyebabkan gempa bumi berskala 6.3 magnitudo itu dirasakan sampai ke China yang sampai membuat satu terowongan di China ambruk karenanya.

Fakta Tentang Saracen

Babanews.co

Satgas Patroli Bareskrim Polri sudah menangkap kelompok Saracen, yang diduga melakukan pembayaran untuk ujaran kebencian di media sosial.

Kebencian itu berisikan SARA ( Suku, Ras dan Antargolongan )Dengan ditangkapnya saracen ini, ada beberapa fakta yang terungkap

1.Ada tiga orang yang diangkap

Direktorat tindak pidana Siber Mabes polri menangkap tiga tersangka penyedia jasa ujaran kebencian. Dikutip dari tribunnews.co tiga orang iu adalah JAS ditangkap di Pekanbaru, Riau SRN ditangkap di Cianjur, Jawa Barat, dan MFT ditangkap di Koja, Jakarta Utara.Ada beberpa bukti yang diamankan, diantaranya puluhan kartu selular, laptop dan hardisk.

2.Menggunakan banyak akun

Bisnis ini sudah berjalan cukup lama, setiap upload konten kebencian, sarecen mendapat imbalan hingga jutaan rupiah.Dalam menjalankan aksinya, kelompok sacen memanfaatkan jaringan yang isinya 800 ribu akun media sosial.

3.Tarif fantastis

Saracen mematok tarif tertentu pada pelanggannya, tarif itu disesuaikan dengan kebencian yang akan dibuat. Si anj*ing ada-ada aja.

Pihak kepolisian menemukan proposal yang isinya berupa rincian harga untuk membuat web

“Penyidik menemukan ada satu proposal. Di sana bunyi proposal untuk pembuat web, dia patok harga 15 juta rupiah,” ujar Awi kepada wartawan di Mabes Polri, Jln Trunojoyo, Kamis (24/8/2017).

Untuk membuat buzzer sekitar 15 orang dan biayanta mencapai Rp 45 juta. Ketuanya mematok harga Rp 10 Juta, dan jika ditotalkan, semuanya mencapai Rp 72 juta.