Siapakah Aris Budiman?

Babanews.co

Siapakah Aris Budiman? Sosok yang sedang ramai diperbincangkan saat ini?

Belum lama ini kita menyaksikan Direktur Penyidikan KPK (Dirdik) yang memberikan kesaksian pada Pansus KPK. Siapakah beliau dan prestasi apa saja yang sudah beliau lakukan selama menjadi anggota Polri?Berikut saya muat profile teman saya ini tersebut:

BRIGJEND POL DR ARIS BUDIMAN BULO

Lahir di Pangkajene, 25 Januari 1965.

– Lulusan Akabri/Akpol 1985– 1989: Kapolsek Kurik Polres Marauke, Irian Jaya– 1996: Kapolsek Metro Tebet, Polres Jakarta Selatan– 1999: Dan Unit I Sat Idik Impek Dit Serse Ek Korsase Polri– 2000: Asisten Dosen untuk mata Kuliah Hubungan Antar Sukubangsa PTIK.2007: Penyidik Madya Unit I Dit II Bareskrim Polri

– 2008: Tepatnya tanggal 19 Juli2008, Raih gelar doktor UI dengan judul disertasi berjudul Fungsi Kepolisian dalam Pemeliharaan Keteraturan Sosial di Wilayah Kota Pangkal Pinang. Doktor ke delapan kajian kepolisian. Doktor keenam adalah Kombes Pettrus Reinhard Golose Kepala Unit V IT dan Cybercrime Polri (7/6), Doktor ketujuh Kombes Rycko Amelza Daniel, Kanit I Industri Perdagangan Bareskrim Polri (21/6).

– 2009: Kapolresta Pekalongan– 2011: Promosi menjadi Kasubdit VI Dittepeksus Bareskrim Polri. Pangkat kombes.– 2012: Sespimti Polri– 2013: Analis Kebijakan Madya Bidang RB POl Srena Polri– 2014: Dirreskrimsus Polda Metro Jaya– 2015: Wakil Direktur Tipikor (Wadirtipikor) Bareskrim Mabes Polri14 September– 2015: Terpilih menjadi Direktur Penyidikan KPK melalui proses seleksi.

– 21 Oktober 2015: Naik pangkat dari Kombes menjadi Brigjen Pol.

Prestasi Kerja Dalam Ungkap Kasus:

1. Sita 700 ton pupuk ilegal

Ketika masih menjabat sebagai Kapolresta Pekalongan, Aris pernah melakukan penyitaan 700 ton pupuk bersubsidi yang tidak memiliki izin resmi di gudang PT Petrokimia Gresik pada 7 April 2010. Jenis pupuk bersubsidi yang diamankan tersebut terdiri atas ZA, SP36, NPK, Ponska, dan Petro Organik.

Pupuk tersebut nantinya akan dikirim oleh PT. Petrokimia Gresik, namun tidak dicantumkan siapa penerimanya. Pengambilan pupuk bersubsidi tersebut juga tanpa delivery order (DO) maka dari itu pupuk tersebut disita oleh Polresta Pekalongan.

2. Penetapan RJ Lino sebagai tersangka dalam kasus proyek pengadaan quay container crane pada anggaran tahun 2010 di PT Pelindo.

3. Kasus lain yang berhasil dia ungkap yakni pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang menghabiskan dana Rp 545 miliar.

4. Kasus korupsi pengadaan UPS (Uninterruptible Power Supply) yang menyeret sejumlah nama anggota DPRD DKI.

5. Dugaan pemungutan biaya pembuatan paspor dengan terdangka mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana.

Source : seruindoesia

Duri Dalam Daging KPK

Babanews.co

Kira kira kalimat itulah yang ditangkap setelah ocehan Miryam S Haryani membawa dampak kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), utamanya keberadaan Direktur Penyidik (Dirdik) KPK.

Hal itu berkenaan dengan pengakuan Miryam yang menyebut ada tujuh pejabat yang ‘main mata’ dengan menemui anggota Komisi III DPR.

Karena itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Pimpinan KPK untuk segera menonaktifkan Direktur Penyidik lembaga antirasuah itu.

Koordinator Bidang Politik ICW, Donal Fariz memnilai, jangan sampai ada duri dalam daging.

Selain menonaktifkan Dirdik, lembaga pimpinan Agus Raharjo itu juga harus melakukan pemeriksaan baik secara etik maupun pidana.

“Pimpinan harusnya segera menonaktifkan Direktur Penyidikan. Jangan sampai ada duri dalam daging di KPK,” ucapnya di Sekretariat ICW, Minggu (27/8).

Donald menambahkan, meski sampai sejauh ini pengakuan Miryam itu belum terbukti, tapi pimpinan harus tegas dalam pemeriksaan internalnya.

Pasalnya, jika nantinya terbukti, maka jelas akan memberikan kerugian yang sangat besar terhadap lembaga antirasuah tersebut.

Menurutnya, pelanggaran kode etik tersebut harus diproses secara obyektif oleh lembaga itu sendiri.

“Saya lihat KPK sudah cukup terbuka dengan memproses yang bersangkutan. Buktinya rekaman pemeriksaan Miryam yang menyebut tujuh penyidik dan seorang ditektur itu dibuka di persidangan,” tambahnya.

Seperti diketahui, Jaksa KPK memutar video pemeriksaan Miryam dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Senin (14/8).

Dalam video tersebut, Miryam tengah diperiksa Novel Baswedan dan Ambarita Damanik.

Kepada Novel, Miryam mengungkapkan bahwa tujuh pejabat KPK itu membocorkan jadwal pemeriksaan dirinya kepada anggota Komisi III DPR.

Miryam selanjutnya juga memberikan sebuah catatan kepada Novel nama-nama pegawai KPK yang disebutnya itu.

Source : gemarakyat