Berantem Ko Dijalan Sih?

Babanews.co

Berantem ko dijalan sih? malu-maluin atuh akang, teteh. meni kaya anak sma yang baru mimpi basah ajah, berantem dipinggir jalan gara-gara masalah kecil. istigfar atuh ah udah pada gede.

Jadi ada Seorang pria warga sipilberantem sama anggota Tentara Nasional Indonesia di Jalan Pemuda, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur. dan itu terjadi ditengah jalan dan diliatin banyak orang.

Video nya juga jadi viral di media sosial.

Dalam video, warga sipil yang berantem itu pake mobil Mazda berpelat nomor B 1599 PVH berkelir merah. Dari informasi yang beredar masalah ini terjadi gara-gara  pengemudi mobil Mazda yang buang sampah sembarangan dan mengenai istri oknum anggota TNI itu.

Tolol juga sih, buang sampah sembarangan. elu gak ngerasain gimana perjuangan tukang sampah itu mungutin sampah. bego lu

istri oknum anggota TNI itu memberhentikan mobil Mazda merah tersebut. Setelah tak terima mobilnya dihentikan, terjadilah peristiwa tersebut.

Nih Videonya Klik aja csku

Source : Viva.co.id

Wajah-wajah Sejarah Yang Pernah Terlibat Pada Tragedi 1965

Babanews.co

Wajah-wajah sejarah yang pernah terlibat pada tragedi 1965. Sebagian dari kalian masih ada yang bingung siapa yang benar siapa yang salah. ada juga yang menilai, pihak kanan yang salah, pihak kanan yang benar. begitupun sebaliknya.

Sejarah pun tidak bisa memberikan kepastian siapa yang benar siapa yang salah.

berikut adalah wajah-wajah sejarah yang pernah terlinat pada tragedi 1965.

1. Burhan Kampak

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160531_indonesia_kuburan_masal_jegong

Burhanuddin alias Burhan Kampak adalah Ketua Forum Anti Komunis Indonesia (FAKI) di Yogyakarta. Pada peristiwa 1965 dia mengaku telah membunuh banyak orang. Dan dia bangga.

Kalau dia bangkit lagi, nyata, banyak, malah bagus: kami bersihkan lagi. Lebih bersih dari tahun 1966. Karena apa? Karena itu bertentangan dengan Pancasila.

2. Martono

Martono mengaku dia menjadi korban sekaligus pelaku

“Jadi semua organisasi waktu itu saya enggak seneng, (organisasi) politik maupun agama waktu itu. Saya enggak seneng, soalnya saya teknik.

Dan waktu itu keluarga saya betul-betul miskin. Tetapi saya kelihatan menonjol karena teknik saya, (jadi sering dipanggil untuk) pengaturan tata ruang listrik (di kantor-kantor mereka), karena ahlinya itu saya. Kadang-kadang (saya dipanggil) PNI, kadang-kadang NU, kadang-kadang Masyumi, kadang-kadang PKI. Nah kebetulan yang terakhir itu PKI.

Sehingga apa ya… kalau fitnah ya monggo, kalau curiga ya monggo, terserah. Nyatanya saya ditangkap oleh serombongan RPKAD dan orang yang berpakaian ninja.

Minimal tiap hari dua orang (yang saya buang mayatnya). Kalau malam Minggu kadang-kadang ya bisa 20 orang, 25 orang.

3.Supomo

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160531_indonesia_kuburan_masal_jegong

Dia mengaku dia adalah tahanan politik yang tidak bersalah

“Ketika kami pulang dari mengajar, di tengah jalan ada operasi dari tentara dan massa. Kemudian saya diberhentikan, dan massa yang ikut operasi itu ada yang mengenal saya. Kemudian saya ditangkap oleh tentara itu, lalu saya disiksa oleh tentara dan massa yang menangkap saya.

Pertama, kepala saya dipukul dengan senjata laras panjang, kemudian telinga saya dibabat atau ditebas dengan samurai. Masih ada bekasnya ini…

Sehabis itu kepala saya dihantam senjata laras panjang, juga punggung saya dipukul dengan pangkal senjata laras panjang, bersamaan bibir saya ditebas dengan samurai, kemudian saya jatuh telentang, lalu kaki saya dibabat, nih ada bekasnya.

4. Jumairi

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160531_indonesia_kuburan_masal_jegong

“Saya tinggal di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Pada malam ke-selikur (21) bulan puasa tahun 1948, ada informasi akan ada serangan dari PKI ke dusun-dusun (Partai) Masyumi. Pada jaman itu orang-orang PKI menyuruh kami memilih, Musso dan Amir (Syarifuddin) atau Soekarno-Hatta?

Tentara PKI benar menyerang ke dusun saya. Mereka berseragam merah, bersenjata lengkap. Bendera merah di ujung senapan. Mereka menembak teman saya, Muhammad Sahid, di dalam masjid sehabis salat subuh. Meninggal. Saya sendiri yang menguburkannya.

5. Supanah

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/06/160531_indonesia_kuburan_masal_jegong

“Suami saya seorang petani, dia tidak tahu apa-apa. Tentara menjemput dia malam-malam. Terakhir kali saya melihatnya, dia berlumuran darah. Wajahnya bengkak habis dipukuli.

Ketika saya membeli rumah sederhana setelah suami saya diambil tentara, masyarakat menghancurkannya. Tentara mencoba merampas lahan sawah keluarga, namun saya menghubungi salah satu keluarga yang anggota militer dan mereka tidak berani melakukannya.

Saya selalu terkenang ketika anak-anak saya berangkat ke sekolah dan orang-orang meneriaki mereka, ‘Itu anaknya komunis, mereka tidak boleh sekolah.’ Setiap saat saya mengingat ini, saya menangis (mulai menangis) Saya mengirim mereka untuk tinggal bersama sanak saudara dan syukur kepada Tuhan mereka menjadi orang-orang sukses.

Source : bbc.com

Emang PKI Itu Apa?

Babanews.co

Emang PKI itu apa?. Pemerintah Indonesia melancarkan penyelidikan terhadap salah satu pembantaian terburuk pada abad ke-20.

Beberapa sejarawan memperkirakan bahwa pembunuhan terorganisir pada 1965.

Telah menewaskan setidaknya setengah juta orang yang diduga simpatisan komunis. Seperti dilaporkan Rebecca Henschke dan Haryo Wirawan, banyak orang tidak ingin masa lalunya diungkap

Di tengah hutan jati Alas Jegong, di pinggiran Kota Pati, Jawa Tengah, Radim, seorang pria kurus berusia 70 tahunan, memberitahu saya dengan mata membelalak tentang apa yang dilihatnya terjadi di sini suatu malam pada 1965. “Mereka datang dengan gerobak yang ditarik oleh sapi,” katanya.

“Tangan mereka diikat dengan tali. Mereka kemudian ditembak dari belakang oleh tentara dan menendangnya ke lubang di sini.”

Dia menunjuk ke tanah yang kini bersaput dedaunan. Sesekali Radim menengok ke sekitar, terlihat seperti tidak tenang.

Ini kejadian yang dia ingat betul seolah-olah baru terjadi kemarin, namun belum pernah dia berani ungkapkan terbuka sebelumnya.

“Saya sangat bangga, akhirnya saya bisa mengungkapkan kebenaran. Saya tak takut lagi sekarang,” katanya.

Di sekeliling kami, sekitar 15 orang berperawakan tegap dan berpakaian preman, berkeliaran. Mereka memfilmkan setiap yang kami lakukan dengan telepon seluler mereka.

Suasananya sangat menegangkan. Kami cukup jauh dari desa terdekat, dan saya cemas tentang apa yang akan terjadi nanti.

Tiba-tiba muncul tiga orang berpakaian rapi datang bermunculan menerobos pepohonan.

Mereka adalah petugas imigrasi dan meminta saya menunjukkan visa saya. Mereka ingin tahu apa yang saya lakukan dan di mana saya menginap. Ini masalah keamanan nasional, kata mereka.

Pada saat yang hampir bersamaan, di Jakarta, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan memberi keterangan pers. Wartawan BBC menggunakan kesempatan itu untuk menanyakan kejadian yang kami alami di Pati.

“Memangnya kenapa?” tangkis Luhut waktu dikabarkan, bahwa tim BBC terus menerus dibuntuti aparat.

“Bukankah itu berlebihan?” Tanya wartawan kami.

“Ah, tidak, itu biasa saja,” tandas Luhut.

Source : bbc.com