Daftar Gaji TNI Di Indonesia

Babanews.co

Daftar gaji TNI di Indonesia, kalian udah pada tau belum ? ternyata hampir sama dengan gaji karyawan biasa loh.

Biarpun anggota tantara di Indonesia mengerjakan tugas yang cukup berat, tpai gaji mereka masih dianggap cukup kecil dan gak sebanding sama risiko yang mereka tanggung. Informasi ini tercantum pada peraturan pemerintah (PP) Nomor 31 tahun 2015, peraturan pemerintah Nomor 28 tahun 2001 tentang gaji anggota TNI. Selain pangkat, gaji yang diterima disesuaikan dengan masa tugas masing-masing prajurit.

Golongan I Tamtama:

Prajurit Dua (Prada) sekitar Rp 1.565.200,

Prajurit Satu (Pratu) sekitar Rp 1.614.400,

Prajurit Kepala (Praka) sekitar Rp 1.664.600.

Kopral sekitar RP 1.716.600,

Kopral Satu sekitar Rp 1.770.700

Kopral Kepala menerima gaji pokok sekitar Rp 1.825.600.

Golongan II Bintara:

Sersan Dua (Serda) sekitar Rp 2.003.300

Sersan Satu (Sertu) gaji pokok sekitar Rp 2.065.900,

Sersan Kepala (Serka) sekitar Rp 2.130.500,

Sersan Mayor (Serma) sekitar Rp 2.197.100.

Pembantu Letnan Dua (Pelda) gaji pokok sekitar Rp 2.265.800

Pembantu Letnan Satu (Peltu) sekitar Rp 2.336.600.

Golongan III Perwira Pertama:

Letnan Dua sekitar Rp 2.604.400,

Letnan Satu Rp 2.685.800

Kapten sekitar Rp 2.769.800.

Golongan VI Perwira Menengah :

Mayor sekitar Rp 2.856.400,

Letnan Kolonel sekitar Rp 2.915.700

Kolonel sekitar Rp 3.037.700.

Perwira Tinggi :

Brigadir Jenderal (Brigjen), Laksamana Pertama (Laksma), Marsekal Pertama (Marsma) menerima gaji pokok sekitar Rp 3.132.700, pangkat Mayor Jenderal (Mayjen), Marsekal Muda (Marsda), Laksamana Muda dengan gaji pokok sekitar Rp 3.230.600. Selanjutnya gaji pokok para jenderal dengan pangkat Letnan Jenderal, Laksamana Madya, Marsekal Madya sekitar Rp 4.835.600 dan Jenderal, Marsekal, Laksamana gaji pokok sekitar Rp 4.986.700.

Source : Okezone.com

Sejarah Tentara Nasional Indonesia

Babanews.co

Sejarah tantara nasional Indonesia (TNI) dibentuk lewat perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dari ancaman Belanda yang ingin kembali berkuasa menjajah Indonesia lewat kekerasan senjata. Awalnya TNI merupakan organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR). Tanggal 5 oktober 1945 berubah jadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan dirubah lagi jadi Tentara Republik Indonesia (TRI).

Pada masa mempertahankan kemerdekaan ini, banyak rakyat Indonesia membentuk lascar perjuangan sendiri atau badan perjuangan rakyat.

Sambil bertempur dan berjuang untuk menegakan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. TRI sebgai tantara regular dan badan perjuangan rakyat, maka tanggal 3 juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi.

Dilansir dari WIkipedia Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan 1949, Indonesia berubah jadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia (RIS). Lalu dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL.

Tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia jadi negara kesatuan, sehingga APRIS ganti nama jadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Tahun 1962, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara jadi sebuah organisasi yang bernama angkatan bersenjata republic Indonesia (ABRI). Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu.

Tahun 1998 jadi perubahan situasi politik di Indonesia. perubahan itu berpengaruh terhadap ABRI. Tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri resmi dipisah jadi institusi yang bersiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tantara dikembalikan jadi TNI, sehingga panglima ABRI jadi panglima TNI.